Pelajar Indonesia dinilai paling suka menggunakan piranti lunak atau
software bajakan. Ini didasarkan pada hasil survei terkait peredaran
softwar bajakan di Indonesia yang dilakukan oleh Masyarakat Indonesia
Anti-Pemalsuan (MIAP).
"Survei mengambil dan membuktikan software bajakan itu banyak digunakan oleh pelajar sekolah," ucap pendiri sekaligus Ketua Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) Widya Buenastuti, di Jakarta, Selasa (20/5)
Pelajar cenderung memilih software bajakan lantaran harganya yang murah. Peredaran software bajakan dan barang palsu lainnya membuat Indonesia menderita kerugian ekonomi mencapai Rp 43,2 triliun.
"Itu ada 11 industri seperti obat, kosmetik termasuk software.
"Survei mengambil dan membuktikan software bajakan itu banyak digunakan oleh pelajar sekolah," ucap pendiri sekaligus Ketua Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) Widya Buenastuti, di Jakarta, Selasa (20/5)
Pelajar cenderung memilih software bajakan lantaran harganya yang murah. Peredaran software bajakan dan barang palsu lainnya membuat Indonesia menderita kerugian ekonomi mencapai Rp 43,2 triliun.
"Itu ada 11 industri seperti obat, kosmetik termasuk software.


0 Response to "Pelajar Indonesia suka pakai software bajakan"
Post a Comment